Ilmu Tauhid

MAKALAH

ILMU TAUHID

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Agama dan Tehnologi

Dosen Pengampu :  Didik Kristina

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

 

Siti Nana

( 152111685 )

 

 

JURUSAN TARBIYAH

FAKULTAS  AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS  ISLAM  SULTAN  AGUNG

 

SEMARANG

2012

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

  1. I.                  PENDAHULUAN
  2. Latar Belakang
  3. Permasalahan
  4. II.               PEMBAHASAN
  5. Pengertian Ilmu Tauhid
  6. Nama-nama Ilmu Tauhid
  7. Manfaat, Tujuan, dan Sumber Ilmu Tauhid
  8. III.           PENUTUP
  9. Kesimpulan
  10. Kritik dan Saran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.          Latar Belakang

Ilmu tahuid adalah salah  satu ilmu keislaman yang sangat  pentig diketahui oleh setiap muslim , bahkan  terpentig dibandig ilmu ilmu keislaman yang lainnya, karena ilmu ini membahas  masalah akidah dalam islam yang merupakan inti dandasar agama. Tanpa pengetahuan yang  memadai  dalam ilmu ini, seseorang akan mudah terjerumus ke dalam jurag kesesatan dan dosa yang tak terampunkan

(syirik) .i

Karena ilmu tauhid amat pentig, ilmu ini diajarkan disemua pesantren – pesantren , pegajian- pengajia ,majelis –majelis taklim , bahkan di rumah-rumah .

 

  1. B.       Permasalahan

Dengan ini, penulis memberikan beberapa permasalahan, antara lain :

  1. Apa pegertian Ilmu Tauhid itu ?
  2. Apa saja nama – nama Ilmu Tauhid ?
  3. Apa saja Manfaat, tujuan, dan Sumber Ilmu Tauhid ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. A.    Pengertian Ilmu Tauhid

Perkataan tauhid berasal dari bahasa Arab, masdar dari kata Wahada (وحد    ) yuwahhhidu (يوحد ).Secara  etimologis, tauhid berarti keesaan. Maksuya, iktikad atau keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa;Tuggal; Satu . Pengertian  ini sejalan dengan pengertian tauhid  yang digunakan dalam bahasa Indonesia , yaitu “keesaan Alah “ ; mentauhidkan berarti “mengakui keEsaan Allah; mengesakan Allah.”

Menurut Syekh Muhammad Abdul

 

التوحيد علم يبحث عن وجود الله وما يجب أن يثبت له من صفا ت ؤما ىخبو زان يوصف به وما يجب ان ينفى عنه و عن ا ار سل لا ثبا ت ر سا اتهم وما يجب ان يكو نوا عايه وما يجو زان ينسب اليهم وما يممتنع انيلهق لهم

Tauhid ialah suatu ilmu yang membahas tentag wujud Allah, sifat-sifat wajib tepat pada- Nya,sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, dan  wajib tentan sifat-sifat yang sama sekali wajib dilenyapkan pada-Nya , juga membahas tentag rasul-rasul Allah  meyakinkan kerasulan mereka , dan apa yang terlarag menghubugkannya kepada diri mereka .

علم اتو حيد هو علم يبحث فيه عن اثبا ت العقا ئد الد ينية بالا دلة اليقينية

ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas hal-hal yang menetapkan dalil-dalil yang menyakinkan

  1. B.     Nama-nama Ilmu Tauhid

Ilmu tauhid mempunyai beberapa nama. Penanaman itu muncul sesuai dengan aspek pembahasan yang ditonjolkan oleh tokoh yang memberikan nama tersebut.

Ilmu ini dinamakn ilmu tauhid karena pokok bahasannya dititikberatkan kepada keesaan Allah SWT. Ilmu ini dinamakan pula ilmu kalam karena dalam pembahasannya mengenai ekstensi tuhan dan hal-hal yang berhubungan denganNya digunakan argumentasi-argumentasi filosofis dengan menggunakan logika atau mantik

Secara lebih rinci  Prof.Dr.T.M.Hasbi Ash-Shiddieqy menyebutkan mengapa ilmu kalam  , yaitu:

  1. Problema yang diperselisihkan para ulama dalam ilmu kalam , yaitu:yang menyebabkan umat islam terpecah  ke dalam beberapa golongan  adalah masalah kalam Allah atau al-Qura’an ; apakah ia diciptatakan (makluk) atau tidak (qodim).
  2. Materi –materi Ilmu ini adalah teori – teori (kalam); tidak ada diantaranya yang diwujudkan kedalam kenyataan atau diamalkan dengan anggota.
  3. Ilmu ini, didalam menerangkan cara atau jalan menetapkan dalil pokok –pokok aqidah serupa dengan Ilmu Mekanik.
  4. Ulama’- ulama’ mutaakhirin membicarakan didalam Ilmu ini hal – hal yang tidak  dibicarakan oleh Ulama’ salaf, seperti pentaqwilan ayat – ayat mutasyabihat, pembahasan tentang pengertian qadha’, alam, dll.

Ketika Ilmu tauhid dinamakn Ilmu kalam, para ahli dibidang ini disebut Mutakallimin. Penamaan Ilmu Tauhid dengan Ilmu kalam sebenarnya dimaksudkan untuk membedakan antara Mutakallimin Filosof Islam. Mutakallimin dan Filosof Islam mempertahankan atau memperkuat keyakinan mereka sama – sama menggunakan metode filsafat. Tetapi mereka berbeda landasan awal berpijak. Mutakallimin lebih dahulu bertolak dari Al-Qur’an dan Hadits, sementara filosof berpijak pada logika. Meskipun demikian, tujuan yang ingin mereka capai adalah satu, yaitu keEsaan dan kemahakuasaan Allah SWT. Dengan kata lain, mereka berbeda jalan untuk mencapai tujuan yang sama.

Ilmu Tauhid dinamakan juga Ilmu Ushuluddin karena objek bahasan utamanya adalah dasar – dasar agama yang merupakan masalah esensial dalam ajaran Islam.

Meskipun nama yang diberikan berbeda – beda, namun inti pokok pembahasan Ilmu Tauhid adalah sama, yaitu wujud Allah SWT. Dan hal – hal yang berkaitan dengan-Nya. Karena itu, aspek penting dalam Ilmu Tauhid adalah keyakinan akan adanya Allah Yang Sempurna. Maha kuasa, dan memiliki sifat – sifat kemahasempurnaan lainnya. Keyakinan yang demikian pada gilirannya akan membawa kepada keyakinan terhadap adanya Malaikat, kitab – kitab, Nabi dan Rasul, Hari akhir, dan melahirkan kesadaran akan tugas dan kewajiban terhadap khaliq (pencipta).

 

  1. C.    Manfaat, Tujuan, dan Sumber Ilmu Tauhid

Tauhid tidak hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh seorang, tetapi lebih dari itu, ia harus diyakini dengan baik dan benar. Apabila tauhid telah dimiliki, dimengerti, dan dihayati dengan baik dan benar, kesadaran seorang akan tugas dan kewajibannya akan kewajibannya sebagai hamba Allah dengan sendirinya. Hal ini Nampak dalam pelaksanaan ibadat, tingkah laku, sikap, perbuatan dan perkataannya sehari – hari. Dengan demikian, kepercayaan atau aqidah merupakan pokok dan landasan berfikir bagi umat Islam. Alam fikiran yang dilandasi Aqidah akan menimbulkan cita – cita dan kemauan yang pada gilirannya melahirkan aktifitas – aktifitas positif dalam kehidupan manusia yang bersangkutan.

Manfaat yang terkandung dalam Ilmu Tuhid, antara lain:

1)      Sebagai  sumber dan  Motivator perbuatan kebajikan dan keutamaan.

2)      Membimbing manusia kejalan yang benar, sekaligus mendorong mereka untuk mengerjakan ibadat dengan penuh keikhlasan.

3)      Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapan, kekacauan, dan kegoncangan hidup yang dapat menyesatkan.

4)      Mengantarkan umat manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin.

Dengan demikian, tauhid sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, ia tidak hanya sekedar memberikan ketentraman batin dan menyelamatkan manusia dan kesesatan dan kemusyrikan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku keseharian seseorang. Ia tidak hanya berfungsi sebagai Aqidah, tetapi berfungsi pula sebagai falsafah hidup.

Apabila tauhid tertanam kuat dalam jiwa seseorang, ia akan menjadi suatu kekuatan batin yang tangguh. Kekuatan itu akan melahirkan sikap positif dan realitas kehidupannya sehari – hari. Ia akan selalu optimis menghadapi masa depan, tidak takut terhadap apapun dan siapapun kecuali Tuhan, selalu senang dan gembira sebab mereka dekat dengan Tuhan dan yakin Tuhan selalu bersamanya setiap hal, rajin melakukan Ibadah dan perbuatan baik, dan sikap – sikap positif lainnya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi bermanfaat pula untuk Masyarakat dan lingkungannya.

Kehadiran tauhid sebagai Ilmu merupakan hasil pengkajian para Ulama’ terhadap apa yang tersurat dan tersirat didalam Al-Qur’an dan Hadits. Ayat – ayat al-Qur’an dan Hadits – Hadits itu mereka teliti secara intensif sehingga mereka berhasil merumuskannya menjadi suatu disiplin Ilmu tersendiri. Tokoh yang dianggap pemula dalam penyusunan Ilmu ini adalah Abu al-Hasan Ali al-Asy’ari (260-324/ 873-935M),

Karena Ilmu Tauhid merupakan hasil kajian para Ulama’ terhadap Al-Qur’an dan Hadits, maka jelas, sumber Ilmu Tauhid adalah Al-Qur’an dan Hadits. Namun, dalam pengembangannya, kedua sumber ini dihidup suburkan oleh rasio dan dalil – dalil aqli. Karena itu, sulit dikatakan bahwa Ilmu Tauhid merupakan Ilmu keislaman yang murni, sebab diantara pembahasan dan alternative solusi permasalahannya ada yang menggunakan pola pemikiran filsafat. Tapi, tidak bisa dibenarkan pula kalau dikatakan, Ilmu Tauhid timbul dari filsafat karena unsure ajaran islam dan unsure lainnya juga. Barangkali yang benar adalah Ilmu Tauhid bersumber dari al-Qur’an dan hadits yang dijabarkan dengan pemikiran filsafat dan pemikiran lain, baik diluar maupun didalam Islam.

Maksudnya filsafat dan pemikiran rasional ke dunia Islam memang membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran kaum Muslimin. Pengaruh ini merasuk pula kedalam lapangan Tuhid. Bahkan, lainnya Ilmu Tauhid atau Ilmu Kalam tak bisa dilepaskan dari pengaruh filsafat tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan

Tauhid ialah suatu ilmu yang membahas tentag wujud Allah, sifat-sifat wajib tepat pada- Nya,sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, dan  wajib tentan sifat-sifat yang sama sekali wajib dilenyapkan pada-Nya , juga membahas tentag rasul-rasul Allah  meyakinkan kerasulan mereka , dan apa yang terlarag menghubugkannya kepada diri mereka .

Ilmu Tauhid dinamakan juga Ilmu Ushuluddin karena objek bahasan utamanya adalah dasar – dasar agama yang merupakan masalah esensial dalam ajaran Islam.

Meskipun nama yang diberikan berbeda – beda, namun inti pokok pembahasan Ilmu Tauhid adalah sama, yaitu wujud Allah SWT. Dan hal – hal yang berkaitan dengan-Nya. Karena itu, aspek penting dalam Ilmu Tauhid adalah keyakinan akan adanya Allah Yang Sempurna. Maha kuasa, dan memiliki sifat – sifat kemahasempurnaan lainnya. Keyakinan yang demikian pada gilirannya akan membawa kepada keyakinan terhadap adanya Malaikat, kitab – kitab, Nabi dan Rasul, Hari akhir, dan melahirkan kesadaran akan tugas dan kewajiban terhadap khalik (pencipta).

Karena Ilmu Tauhid merupakan hasil kajian para Ulama’ terhadap Al-Qur’an dan Hadits, maka jelas, sumber Ilmu Tauhid adalah Al-Qur’an dan Hadits. Namun, dalam pengembangannya, kedua sumber ini dihidup suburkan oleh rasio dan dalil – dalil aqli. Karena itu, sulit dikatakan bahwa Ilmu Tauhid merupakan Ilmu keislaman yang murni, sebab diantara pembahasan dan alternative solusi permasalahannya ada yang menggunakan pola pemikiran filsafat. Tapi, tidak bisa dibenarkan pula kalau dikatakan, Ilmu Tauhid timbul dari filsafat karena unsure ajaran islam dan unsure lainnya juga. Barangkali yang benar adalah Ilmu Tauhid bersumber dari al-Qur’an dan hadits yang dijabarkan dengan pemikiran filsafat dan pemikiran lain, baik diluar maupun didalam Islam.

  1. B.     Kritik dan Saran

Kita dapat mengetahui ajaran-ajaran ilmu Tauhid. Yang dapat diyakini dengan baik dan benar. Dan dengan makalah ini semoga kita dapat mengambil pelajaran dan Hikmah. Mungkin ini kurang dari kesempurnaan, apabila ada kesalahan semoga Allah mengampuni dan semoga kita diberi petunjuk.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abd al-Jabbar Ibn Ahmad, J. J Houban S. J. (Ed.) Al – Majmu’ fi al – Muhid bi al – Taklif, Vol. I, Beyrouth: L. ‘Institut des Letteres Orientales de ‘Beyrouth, 1965.

‘Abdul al – Karim ‘Usman (Ed.), Syarh al – Ushul al – Khomsah, Kairo: Maktabah Wahbah, 1965.

‘Abduh, Muhammad, Sulaiman Dunya (Ed.) Hashiyah ‘ala al – ‘Aqa’id al – ‘Adudiah, dalam Al – Shaykh Muhammad ‘abduh bayn al – Falasifah wa al – Kalamiyin, Kairo: ‘Isa al – Babi al – Halabi, 1958.